Sekitar 10 tahun sudah pengalaman Rahma Basalong, atau lebih sering dipanggil Rara oleh sahabat-sahabatnya, dalam dunia penyiaran radio di Indonesia sebelum akhirnya pindah ke Jerman. Rara sudah mulai siaran sejak ia masih duduk di bangku SMA di Makassar. Pada saat itu, ia memulainya dari stasiun radio Bayureksa, kemudian berlanjut ke Barata FM.
Kesenangannya mengkaji dan mempelajari sastra Inggris membuatnya memilih untuk kuliah jurusan sastra Inggris di Universitas Muslim Indonesia Makasar. Selama ia kuliah, karir menyiarnya terus dijalaninya. Jika diteruskan, maka posisi program director di sebuah radio swasta bukan hal tidak mungkin. Tapi karena suami Rara waktu itu yang berkewarganegaraan Jerman tidak bisa terus tinggal di Indonesia, akhirnya Rara pindah ikut suami ke Jerman.
Setelah mengikuti tes di Deutsche Welle, Rara yang memang memiliki latar belakang pengalaman di dunia penyiaran untuk waktu yang cukup lama, langsung bisa ‚on air’di Deutsche Welle. sebagai freelance.yang waktu itu harus bisa baca semua naskah Saat ini Rara lebih banyak mengurus rubrik Musik Dunia.
Melalui rubrik Musik Dunia, Rara ingin memperkenalkan selera penikmat musik di Jerman kepada para pendengar di Indonesia. Musik yang sedang trend atau sedang hits di dunia tapi yang juga sedang banyak didengar oleh masyarakat Jerman. Menurutnya musik Jerman punya ciri khas. Ia juga ingin orang Indonesia tahu bahwa musik Jerman tidak hanya “Du”. Musik di Jerman berkembang, tidak kalah dengan musik-musik Inggris atau Amerika. Seperti yang ditampilkan beberapa musisi Jerman favoritnya: Laith Al Deen, atau band baru Wir Sind Helden.
Kegiatan Rara di luar kesibukannya di Deutsche Welle adalah mengurus rumah, sering mengkaji puisi dan novel Inggris tua, nongkrong dengan teman-temannya Yang paling penting saat ini bagi Rara adalah menjadi ibu yang punya waktu bagi putranya yang menginjak masa remaja.