1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Redaksi

Dyan Andriana Kostermans

Sempat bercita-cita untuk menjadi seorang diplomat membuat Dyan Andriana Ratih Kostermans, atau Dyan panggilannya, mengambil jurusan Hubungan Internasional di Bandung. Akan tetapi pengalaman menjadi penyiar juga sudah dijalaninya sejak masa kuliahnya di Bandung, yaitu di stasiun radio Parahyangan. Seusai kuliah, Dyan sempat bekerja sebagai resepsionis dan sales marketing di sebuah hotel, sebelum akhirnya melanjutkan kuliah jurusan ilmu politik di Universitas Siegen di Jerman.

Dyan mulai bergabung dengan redaksi Indonesia di Deutsche Welle sejak bulan Juni 2001 lalu. Ia memulainya melalui program magang atau Praktikum selama satu bulan yang awalnya hanya untuk melengkapi program perkuliahan dari universitas Siegen. Selama masa Praktikumnya di Deutsche Welle, minat Dyan di bidang jurnalistik tumbuh kembali. Selesainya dari Praktikum, Dyan mendapat tawaran untuk menjadi freelance dan sekarang ini ia menjadi salah satu pekerja tetap di redaksi Indonesia di Deutsche Welle.

Selama bergabung bersama Deutsche Welle, pengalaman paling berkesannya adalah pada saat ia mengikuti pendidikan Frempsprache volontariat, sebuah pendidikan jurnalistik untuk warga asing dari Deutsche Welle. Melalui pendidikan itu, ia mendapat kesempatan wawancara Franz Beckenbauer.

Walaupun pernah mendapat pelatihan di Deutsche Welle TV di Berlin, Dyan lebih memilih untuk bergabung dengan Deutsche Welle Radio karena katanya, ia lebih suka berada di garis belakang, walaupun sebenarnya ia juga senang menari dan menyanyi.

Tiga rubrik favorit bagi Dyan adalah Kaum Muda, Serba Serbi Eropa, dan Politik Dan Masyarakat. Tapi mengurus ketiganya tentu saja dari segi waktu tidak memungkinkan, jadi sekarang ini dia hanya memegang Serba Serbi Eropa, dan Politik Dan Masyarakat.

Kesibukan kerja di redaksi membuat waktu luang untuk bertemu dengan teman-temannya sangat jarang. Dyan bahkan rela meninggalkan koor yang sempat merupakan salah satu kegiatannya di luar Deutsche Welle agar dapat bertemu dan berkumpul dengan teman-temannya.