Olahraga | 30.06.2008
Euro 2008, Kemenangan Sepakbola
Kesebelasan Spanyol menekuk Jerman 1-0 di malam final Euro 20ß08. Seluruh Spanyol larut dalam malam yang liar dan gempita. Tetapi seluruh dunia layak pula turut berpesta.
Kemenangan tim matador di Euro 2008 Austria-Swiss ini bukan cuma milik Spanyol. Ini juga kemenangan seluruh dunia sepakbola. Kemenangan sepakbola cantik, terbuka dan agresif.
Spanyol adalah tim yang paling konsisten, paling agresif, paling memikat. Mereka mencetak gol paling banyak, yakni 12 gol. Satu-satunya pertandingan tanpa gol adalah lawan Italia di perempat final, yang berakhir 0-0. Itu karena Italia menerapkan sepakbola negatif, ultra defensif, untuk mekasakan adu penbalti, yang ternyata toh dimenangkan Spanyol juga. Selebihnya, Spanyol selalu mencetak banyak gol. Cuma di pertandingan final saja mereka mencetak hanya satu gol.
Bersama Portugal, Belanda, kemudian juga Rusia, Spanyol merupakan kesebelasan yang mendasarkan permainan pada teknik tinggi, pergerakan pemain, kota-katik bola, saling umpan, dan tentu menggelombangkan serangan. Selalu indah, memikat, dan mengasyikan. dengan itu mereka memenangkan Trofi Henri Delaunay.
Cesc Fabregas, yang bersama pemain terbaik Xavi Hernandez merancang gol Fernando Torres, tidak menyembunyikan kebanggaan. Bahwa kesebelasannya bukan cuma tampil sebagai pemenang dan menjadi juara. Namun lebih dari itu, memenangkan kejuaraan dengan penuh gaya, dengan penampilan yang memikat.
Dikatakan Cesc Fabregas:
"Sudah lama sekali suatu kesebelasan dengan kualitas seperti ini, yang menampilkan sepakbola indah seperti ini memenangkan suatu turnamen. Dan sekarang, kami berupaya memainkan bola dengan baik, saling mengumpan, dan akhirnya memenangkan kejuaraan ini dengan penampilan yang indah. Banyak tim seperti itu yang gagal. Tetapi kali ini kami memberikan keberhasilan atau sukses yang sepatutnya diperoleh oleh sepak bola."
Fabregas benar. Terlalu sering tim yang memainkan sepak bola indah gagal di saat yang menentukan. Dan tim yang paspasan, dengan pendekatan negatif dan menampilkan sepakbola membosankan, justru sukses. Contoh paling mencolok adalah Italia, yang diikuti antara lain Yunani di Piala Eropa sebelumnya. Namun kali ini, di final Euro 2008, sepak bola indah Spanyol membungkam sepak bola efektif Jerman.
Dunia akan mengenang permainan Spanyol. Namun Spanyol bukan satu-satunya. Secara keseluruhan Piala Eropa 2008 merupakan kejuaraan yang menakjubkan, penuh sepak bola tuimngkat tinggi, ramai dengan pertandingan hebat dan sedap dipandang mata. Sebuah standar kejuaraan yang sulit ditemukan. BAnyak yang menyatakan, Piala Eropa ini adalah salah satu kejuaraan terbaik yang pernah diselenggarakan, selain Kejuaraan Eropa 1984 di Prancis.
Selain Spanyol, yang akan paling membekas dalam ingatan adalah Turki. Tim yang selalu berhasil bangkit dari ketinggalan. Tim yang menerjemahkan secara harfiah ungkapan berjuang sampai peluit akhir dibunyikan wasit. Steelah kalah di pertandingan pertama. Turki selalu menang setelah ketinggalan lebih dahulu. Dan kemenangannya ditentukan di menit terakhir.. Bahkan melawan Ceko, di detik terakhir. Turki hanya ketiban sial belaka, gagal di semifinal di tangan Jerman, juga lewat giol menit terakhir. Padahal saat itu Turki bermain lebih baik.
Tentu saja orang akan selalu mengenang kuda hitam lain, Rusia, yang ditangani pelatih bertangan dingin Guus Hiddink. Juga Belanda dan Portugal. Pertandingan-pertandingan mereka selalu mendebarkan, sedap dinikmati.
Kini Piala Eropa 2008. Dan para pecinta bola sejati bertanya, kapan turnamen dengan kualitas pertandingan-pertandingan seperti di Austria dan Swisss ini akan terulang. Mengapa kejuaraan dengan standar sehebat ini harus berakhir. Mengapa. ***














