Politik dan Ekonomi | 03.07.2008
Ban Ki-moon Tiba di Tanah Airnya
Ban Ki Moon menerima sambutan hangat ibarat seorang pahlawan saat tiba di Korea Selatan, Kamis (03/07).
Ini kali pertama Ban menjejakkan kaki di negeri kelahirannya, sejak ia menjadi Sekjen PBB, 18 bulan silam. PM Han Seung Soo menyambut kedatangan Ban di lapangan terbang militer di selatan Seoul. Sebuah kehormatan diplomatik yang sudah hampir satu dekade tidak dilakukan. Biasanya, tamu negara diterima oleh menteri luar negeri.
Ban Ki-moon mengaku sangat gembira dan terharu. Seharusnya ia datang lebih awal, kata Ban yang kemudian minta maaf baru sekarang bisa pulang, karena harus menangani masalah internasional yang mendesak.
Puluhan pejabat Korea Selatan menyambut hangat orang nomor satu di badan tertinggi dunia itu. Ban juga menginspeksi pasukan pengawal dan menerima penghormatan senjata. Ia kemudian menerima bendera PBB dari astronot pertama Korea Yi So-Yeon, yang membawa bendera itu dalam penerbangan ke luar angkasa April lalu.
Kunjungan Ban ke Korea Selatan termasuk dalam rangkaian lawatan ke Asia, yang diawali dari Cina. Di Beijing, Rabu kemarin (03/07), Ban mengimbau dukungan internasional bagi penyelenggaraan olimpiade.
"Mari kita bekerja sama, begitu rupa sehingga seluruh masyarakat internasional akan memenangkan medali emas. Lewat pesta olahraga Olimpiade, dengan menunjukkan persahabatan, koperasi dan saling pengertian."
Selama lima hari di Korea Selatan, Ban Ki-moon dijadwalkan bertemu Menlu Yu Myung Hwan, PM Han dan Presiden Lee Myung Bak guna membahas situasi di semenanjung Korea yang terbelah, tema-tema kawasan timur laut, juga kerjasama antara Korea Selatan dan AS.
Ban mengatakan, kunjungannya ke Korea Selatan bertepatan dengan terjadinya perkembangan yang membesarkan hati, menyangkut nuklir Korea Utara. Pekan lalu Pyongyang menyerahkan laporan yang tertunda mengenai program nuklirnya dan meledakkan menara pendingin di instalasi nuklir utama Yongbyon.
Ban juga mendorong negerinya, Korea Selatan, untuk memberi kontribusi lebih besar bagi masyarakat internasional. Misalnya dengan menambah pasukan penjaga perdamaian PBB. Korea Selatan mengirim 350 tentara ke selatan Libanon tahun lalu. Inilah saatnya untuk membayar kembali masyarakat internasional atas bantuan PBB, kata Ban, merujuk pada pasukan PBB, dipimpin AS, yang menjaga wilayah selatan Korea selama perang tahun 1950 hingga 1953.
Dari Korea Selatan, Ban akan melanjutkan perjalanan ke Jepang, guna menghadiri pertemuan puncak kelompok negara industri maju G8 di Hokkaido. (rp)













