Pers Internasional | 03.07.2008
Pembebasan Ingrid Betancourt
Setelah enam tahun disandera kaum pemberontak sayap kiri Kolumbia FARC, mantan kandidat Presiden Kolumbia Betancourt dibebaskan lewat aksi militer yang spektakuler. Pembebasannya disorot media Internasional.
Harian Belgia De Morgen yang terbit di Brüssel menulis:
"Di tahun belakangan, kondisi kesehatan Betancourt semakin memburuk. Sejak itu, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Presiden Venezuela Hugo Chaves mengadakan perundingan dengan kaum pemberontak sayap kiri Kolumbia FARC yang menyanderanya. Pembebasan Betancourt dilakukan pihak militer, dan bukan lewat perundingan. Ini merupakan kemenangan besar bagi Presiden Kolumbia Alvaro Uribe, yang tidak bersedia melakukan perundingan dengan kaum pemberontak, meskipun ia didesak oleh dunia Internasional. Dengan demikian aksi militer yang dilancarkan untuk membebaskan Betancourt, merupakan sejarah keberhasilan Presiden Uribe yang konservatif, yang saat ini menghadapi kesulitan di bidang politik"
Mengenai dibebaskannya mantan kandidat Presiden Kolumbia Ingrid Betancourt, harian Italia La Reppublica menulis,
"Pembebasan Betancourt dan sandera lainnya, merupakan kemenangan baru Presiden Kolumbia Uribe dalam memerangi kaum pemberontak sayap kiri FARC. Sejak orang nomor dua di kalangan kaum pemberontak Paul Reyes tewas dalam serangan militer di kampnya di Ekuador tanggal 1 Maret lalu, kaum pemberontak FARC terus mengalami kekalahan. Tapi benarkah aksi pembebasannya berlangsung dalam beberapa jam belakangan, atau telah dibebaskan dalam beberapa waktu yang lalu? Betancourt terlihat sama sekali berbeda dengan gambaran seorang perempuan yang letíh, seperti yang terlihat dalam video terakhir sebagai tanda ia masih hidup, yang disebarkan kaum pemberontak FARC beberapa bulan lalu. Mungkin karena ia memakai celana militar dan rompi yang besar, yang membuatnya terlihat agak gemuk. Ia tertawa dan gembira. Tapi tidak seperti seseorang yang baru dibebaskan."
Harian Spanyol El Pais mengomentari pembebasan Ingrid Betancourt sebagai pukulan berat terhadap kaum pemberontak FARC.
"Dengan pembebasan Betancourt, Presiden Kolumbia Alvaro Uribe mengukir keberhasilan terbesar dalam karir politiknya. Sebaliknya kaum pemberontak FARC menghadapi pukulan berat. Beberapa tahun lalu, kaum pemberontak FARC masih memiliki 20.000 anggota. Sekarang jumlahnya hanya mencapai setengahnya. Infiltrasi militer ke dalam kaum tubuh pemberontak FARC, digunakannya teknologi canggih untuk melacak kampnya di hutan belantara, dikerahkannya satuan khusus, serta hadiah bagi anggota pemberontak yang melarikan diri dan membocorkan rahasia pimpinannya, membuahkan hasilnya."(ar)












