Fokus | 05.07.2008
Perundingan Sistem Anti Rudal AS-Polandia Gagal?
Amerika Serikat dan Republik Ceko sudah sepakat untuk menandatangani kontrak pembangunan sistem pertahanan anti rudal pekan depan. Bagaimana dengan Polandia?
Pertengahan pekan lalu, pemerintah di Washington secara tidak resmi membocorkan kabar bahwa perundingan dengan pemerintah di Warsawa mengenai pembangunan sistem pertahanan anti rudal di Polandia telah gagal. Sebelumnya Lithuania sudah disebut-sebut sebagai lokasi alternatif di Eropa timur. Setelah pembicaraan lewat telepon dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Dick Cheney, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk memberikan komentar bahwa perundingan mengenai pembangunan pusat peluncuran roket penangkal rudal tidak membuahkan hasil dan telah selesai.
Tusk mengatakan, "Amerika Serikat tetap merupakan mitra utama dan sahabat Polandia. Dalam setiap situasi genting dan kritis, militer kami selalu turut membantu. Seperti di Irak dan Afghanistan. Namun perundingan ini melibatkan hal yang lebih penting lagi, yaitu kedaulatan wilayah Polandia.“
Amerika Serikat ingin membangun sistem radar sebagai bagian pertahanan anti rudalnya di Ceko, tetapi roket penangkisnya sendiri ingin ditempatkan di Polandia. Resminya sistem itu dibangun Amerika Serikat untuk menangkal serangan dari Iran, namun Rusia merasa ikut terancam. Pemerintah di Praha dan Washington telah sepakat untuk membangun sistem radar pertahanan anti rudal itu di Ceko. Tapi perundingan dengan Polandia berlarut-larut.
Sebelum kemenangannya dalam pemilu, Perdana Menteri Tusk menyatakan, akan lebih membela kepentingan Polandia. Ini berbeda dengan pendahulunya, Kacynski. Disebutkan, pemerintah di Warsawa menuntut bantuan untuk memperkuat pertahanan udara dan modernisasi militer Polandia secara menyeluruh. Warsawa juga menginginkan kerja sama militer yang kerat untuk jangka panjang dengan Amerika Serikat.
"Pembangunan penangkal rudal di Polandia akan meningkatkan terutama keamanan Amerika Serikat, yang tentunya penting bagi kami dan seluruh dunia. Tapi pembangunan itu juga meningkatkan risiko ancaman bagi Polandia sendiri. Jadi masalah kuncinya adalah keamanan Polandia dan apakah itu dapat ditingkatkan dengan jaminan militer yang jelas,“ tegas Tusk.
Tetapi di Warsawa perundingan yang diperkirakan sudah berakhir itu tidak diumumkan. Perdana Menteri Polandia menekankan bahwa perundingan dengan Amerika Serikat masih berjalan dan Polandia masih menunggu jawaban dari Washington. Hal itu tentu saja memancing komentar dari partai oposisi.
Karol Karski dari kubu oposisi Partai PiS pimpinan Jaroslav Kacynski mengatakan, "Saya pikir, dengan itu sudah dilontarkan jawaban 'tidak'. Tentu saja tidak akan ada penolakan harfiah, namun dalam bahasa diplomasi itu sudah jelas, jawabannya, ‘tidak'.“
Keengganan Perdana Menteri Tusk untuk berterus terang, tidaklah mengherankan. Para pengamat berkomentar, Tusk bagaikan memilih buah simalakama. Kedua pilihan itu akan mencetuskan kritik tajam. Jika proyek sistem anti rudal tidak dilanjutkan, Tusk dikatakan merusak hubungan Amerika Serikat dan Polandia. Namun jika Tusk melanjutkan proyek sistem anti rudal Amerika Serikat, Tusk diartikan telah menjual murah Polandia.(ls)














