1. Isi
  2. Navigasi
  3. Artikel lainnya
  4. Metanavigasi
  5. Cari
  6. Pilih satu dari 30 bahasa


 

Sains dan Teknologi | 08.07.2008

Neuropelveologi - Teknik Penanaman Elektroda Pada Saraf Pinggul

1 / 4Kembali

Neuropelveologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menggabungkan dua bidang. Yang pertama, neurologi yang menangani kerusakan atau kelainan pada sistem saraf. Dan yang kedua pelveologi dari kata pelvis atau pinggul.

Salah satu pakar terpenting bidang Neuropelveologi adalah Professor Marc Possover. Dengan mengandalkan pembedahan laporoskopik atau pembedahan invasif minimal, ia berhasil mencatat sejumlah terobosan di bidang ini. Salah seorang pasien pertama Possover adalah Helga Hadwiger-Gloegle. Perempuan berusia 52 tahun itu menuturkan:

"Sejak operasi itu semuanya berubah. Saya merasa lebih bebas dan sehat. Saya bisa bepergian dan jalan-jalan, ini adalah kemajuan luar biasa bagi saya."

Helga Hadwiger-Gloegle mengalami kelumpuhan saat ia berusia 16 tahun. Kerusakan pada sarafnya menyebabkan ia mengalami gangguan kandung kemih dan saluran pencernaannya. Helga Hadwiger-Gloegle hanya dapat ke belakang dengan bantuan terapi, katheter dan menelan beragam jenis obat.

Tapi kemudian Helga Hadwiger-Gloegle mendengar mengenai cara pembedahan baru yang disebut Teknik LION (Laparoscopic Implantation of Neuroprothesis). Teknik pembedahan invasif minimal digunakan untuk memasang elektroda pada saraf di pinggul atau pelvis. Kerja elektroda tersebut diatur melalui stimulasi elektris sehingga pasien dapat mengontrol fungsi kandung kemih dan usus.

Helga Hadwiger-Gloegele adalah pasien pertama yang mengalami pembedahan dengan teknik baru ini. Operasinya ditangani langsung oleh Professor Marc Possover. Ia dikenal sebagai pionir di bidang pembedahan laparoskopik pada saraf pelvis. Possover yang berusia 45 tahun mendapat gagasan untuk melakukan pembedahan ini setelah melakukan sejumlah operasi ginekologi di rumah sakit Jerman.

“Dalam bedah ginekologi diketahui bahwa operasi pada rahim atau leher rahim dapat merusak saraf, sehingga pasien kehilangan kontrol kandung kemih dan usus pencernaan. Tujuan utama pekerjaan kami adalah menyelamatkan saraf untuk fungsi organ tersebut. Lalu muncullah ide untuk melakuan pembedahan langsung pada saraf itu dengan memasang elektroda pada saraf. Misalnya pada pasien yang mengalami kelumpuhan untuk memulihkan kembali fungsi organnya.“

 

1 / 4Kembali

 
Bookmark artikel

FeedbackKirimCetak

Topik berita lainnya