Sains dan Teknologi | 08.07.2008
Neuropelveologi - Teknik Penanaman Elektroda Pada Saraf Pinggul
Teknik Neuropelveologi juga terbukti efektif pada penyakit Spina Bifida atau sumbing tulang belakang. Penyakit kelainan saraf pada bayi ini terjadi karena penutupan tabung saraf yang tidak sempurna. Akiabtnya bayi menderita luka terbuka di punggungnya. Kelainan saraf ini dapat dikoreksi selama bayi masih berada dalam rahim. Tapi sebagian besar penderita akan mengalami gangguan pada kandung kemih dan usus. Mereka seumur hidup harus menggunakan katheter yang dapat berakibat rusaknya ginjal.
Pembedahan dengan metode baru ini pertama-tama membuat citra saraf pelvis dengan kamera khusus. Pada saraf tersebut lalu dipasang neuroprothesa atau saraf cangkokan. Sampai saat ini, metoda tersebut adalah satu-satunya cara untuk membantu penderita kerusakan saraf akibat Spina Bifida, kata Professor Possover:
"Metode ini yang menggunakan pencangkokan laporoskopik berhasil digunakan pada pasien laki-laki asal Cina. Ia menderita Spina Bifida pada tulang sumsum belakang, tapi kini ia dapat kembali mengontrol kandung kemihnya.“
Kelebihan lain dari cara pembedahan invasif minimal ini adalah waktu operasi yang singkat serta. Selain itu, pembedahan ini tidak meninggalkan bekas luka terlalu besar.













