1. Isi
  2. Navigasi
  3. Artikel lainnya
  4. Metanavigasi
  5. Cari
  6. Pilih satu dari 30 bahasa

 
 
 

 

Fokus | 21.08.2008

Menlu AS Mengadakan Kunjungan Mendadak ke Irak

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleeza Rice tiba di Baghdad. Ini merupakan kunjungan yang tidak diumumkan sebelumnya. Di Baghdad, Rice bertemu dengan Perdana Menteri Irak Nuri Al Maliki dan pejabat tinggi Irak.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleeza Rice tiba di Baghdad, Irak, hari Kamis ini (21/08). Di ibukota Irak itu, Rice bertemu dengan Perdana Menteri Irak Nuri al Maliki dan sejumlah pejabat tinggi Irak untuk meluruskan beberapa perbedaan pendapat dalam rancangan perjanjian keamanan Amerika Serikat dan Irak, termasuk rencana penarikan mundur pasukan Amerika Serikat.

Di depan pers, Rice mengatakan bahwa para negosiator sudah berada dalam tahap lanjutan perundingan, tapi hingga saat ini kesepakatannya masih belum tercapai. Kunjungan mendadak ke Baghdad dilakukan Rice di tengah spekulasi bahwa rancangan kesepakatan itu sudah selesai disusun, namun Rice menyangkal dugaan itu.

"Masih terdapat masalah mengenai kelanjutan bagaimana pasukan Amerika Serikat akan beroperasi,“ ujar Rice.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat itu menambahkan, masalah jadwal waktu masih harus diselesaikan dalam rancangan perjanjian tersebut. Rice menolak untuk menjelaskan lebih lanjut, namun para pejabat Amerika Serikat yang berada di Irak mengungkapkan bahwa pasal mengenai jadwal penarikan mundur pasukan Amerika Serikat, kekebalan hukum pasukan Amerika Serikat yang masih berada di Irak dan perlakuan terhadap tahanan Irak masih dalam tahap perundingan.

Rice menjelaskan kunjungannya kali sebagai kesempatan untuk bertemu dengan perdana menteri dan melihat kemungkinan untuk menutup pangkalan militer Amerika Serikat di Irak.

Pejabat Irak dan Amerika Serikat mengatakan kepada kantor berita Associated Press Rabu kemarin (20/08) bahwa para juru runding sudah menyelesaikan bagian rancangan perjanjian yang memperpanjang landasan hukum pasukan Amerika Serikat yang masih ditugaskan di Irak setelah akhir tahun ini. Selain itu dalam rancangan tersebut Amerika Serikat berkomitmen akan menarik keluar pasukannya dari kota-kota di Irak hingga akhir Juni tahun depan.

Perwira tinggi militer di Washington berpendapat bahwa perjanjian itu dapat diterima pihak Amerika Serikat karena sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden George W. Bush. Namun rancangan perjanjian itu masih harus mendapatkan persetujuan dari pejabat tinggi Irak dan anggota parlemen Irak. Sementara itu, sejumlah anggota kabinet Irak menentang beberapa pasal dalam perjanjian itu.

Pemerintah Irak mendesak supaya seluruh pasukan Amerika Serikat ditarik mundur dari Irak selambatnya akhir tahun 2011. Hingga tahun 2011, pasukan Amerika Serikat akan ditugaskan di beberapa pangkalan militer di bagian lain wilayah Irak supaya tidak terlihat jelas namun masih dapat membantu militer Irak jika diperlukan

Selain perjanjian keamanan antara Irak dan Amerika Serikat, kesepakatan kerangka kerja strategis juga sudah diselesaikan. Isi perjanjian pendukung itu antara lain persyaratan umum mengenai hubungan politik, keamanan dan ekonomi antara pemerintah di Baghdad dan Washington, ungkap seorang sumber dari lingkungan militer Amerika Serikat.

Mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai penugasan di Irak akan berakhir Desember 2008. Saat ini terdapat 147 ribu serdadu Amerika Serikat yang ditugaskan di Irak.(ls)





 
 
Bookmark artikel

FeedbackKirimCetak

Topik berita lainnya



 
Foto Hari Ini
ImageOfTheDay

DW-TV EUROPE live

Made in Germany (english) - The Business Magazine