DW-WORLD.DECetak

03.07.2008

Ingrid Betancourt Bebas!

Ingrid Betancourt (tengah) yang didampingi ibunya disambut suaminya, Juan Carlos Lecompte, ketika sampai di pangkalan militer di Bogota, Kolumbia

Sandera paling dikenal di dunia, mantan kandidat presiden Kolumbia Ingrid Betancourt, Rabu (02/07), bebas setelah ditahan selama 6,5 tahun.

Ia mengenakan topi dan rompi ala militer, kaus abu-abu, celana hitam, sepatu bot. Ingrid Betancourt tiba di Bogota, Kolumbia. Ia tampak sehat dan bisa tertawa kembali saat memeluk ibu dan suaminya. Perempuan yang memiliki dua kewarganegaraan ini, Prancis dan Kolumbia, kemudian mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pembebasannya.

"Terima kasih kepada semua warga Kolumbia dan semua orang yang terus memperhatikan nasib kami. Terima kasih kepada tanah kelahiran saya dan juga militer. Ini adalah operasi pembebasan yang berjalan dengan sukses."

Betancourt menghirup udara kebebasan setelah disandera oleh kelompok pemberontak FARC di hutan belantara Kolumbia selama enam setengah tahun. Sebelumnya ia tahu bahwa mereka akan dipindahkan lokasi tetapi tidak bahwa pemindahan tersebut merupakan penyamaran usaha pembebasan. Dua helikopter putih datang untuk membawa Betancourt dan 14 sandera lainnya. Penumpang helikopter berpakaian seperti pemberontak FARC. Baru setelah pintu helikopter ditutup terbukalah maksud sesungguhnya aksi itu.

"Pimpinan operasi mengatakan, kami dari militer Kolumbia. Anda bebas. Helikopter hampir jatuh karena kami langsung melompat-lompat, berteriak, berpelukan. Kami tidak pernah menyangkanya. Tuhan, engkau telah mewujudkan keajaiban bagi kami. Ini adalah keajaiban."

Bersama dengan Betancourt, tiga warga Amerika Serikat dan sebelas anggota militer dan kepolisian Kolumbia juga bebas. Beberapa di antara mereka sudah disandera selama sebelas tahun. Hampir semuanya mengucapkan terima kasih kepada militer dan presiden Kolumbia Alvaro Uribe. Dalam operasi pembebasan di hutan yang terletak 400 kilometer dari Bogota dikatakan tidak terjadi aksi tembak-menembak.

Menurut keterangan militer, pihak dinas rahasia berhasil menyelundupkan satu agen mereka ke bagian pimpinan FARC. Ia berhasil meyakinkan kelompok ini untuk menyatukan para sandera yang sebelumnya ditahan di tiga tempat terpisah. Dari sana mereka akan dijemput helikopter yang akan membawa para sandera ke lokasi pimpinan FARC baru Alfredo Cano. Tapi sebenarnya helikopter itu membawa para sandera ke kebebasan. Ini adalah pukulan berat bagi FARC dan kemenangan bagi militer. Menteri Pertahanan Juan Manuel Santos mengatakan, operasi pembebasan yang disebut sebagai operasi catur akan tercatat dalam sejarah.

"Operasi seperti ini belum pernah terjadi. Rinciannya akan Anda ketahui nanti. Tetapi tentang apa yang dilakukan oleh militer kami disana, itu seperti adegan di film-film."

Anak-anak Betancourt Rabu (02/07) malam langsung terbang ke Kolumbia untuk menjemput ibu mereka yang mengatakan bahwa ia ingin segera ke Paris untuk berterima kasih kepada Presiden Nicholas Sarkozy dan semua warga Prancis yang terus mendukungnya.

Sementara itu, Amerika Serikat, negara-negara Amerika Latin dan Eropa telah mengucapkan selamat. Ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barroso juga mengucapkan selamat ke Sarkozy yang selalu berusaha mencari jalan untuk membebaskan Betancourt dan juga kepada Presiden Kolumbia Alvaro Uribe.(rp)

DW-WORLD.DECetak

| www.dw-world.de | © Deutsche Welle.