DW-WORLD.DECetak

04.07.2008

Pembebasan Sandera Perkuat Posisi Presiden Uribe

Alvaro Uribe dan Ingrid Betancourt pada konferensi pers di istana kepresidenan  usai aksi pembebasan

Militer Kolumbia secara spektakuler berhasil membebaskan Ingrid Betancourt dari tangan gerilyawan FARC. Presiden Kolumbia Alvaro Uribe selalu menolak melakukan negosiasi dengan kelompok gerilyawan.

Operasi pembebasan sandera yang ditahan gerilyawan FARC di Kolumbia masih jadi sorotan media-media Eropa. Terutama disorot peran presiden Kolumbia Alvaro Uribe dan bagaimana perkembangan politik selanjutnya di negara itu.


Harian Italia La Reppublica menulis:

"Hari Selasa, 24 jam sebelum operasi pembebasan dimulai, Presiden AS George W Bush sudah mendapat informasinya. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mendapat informasi setelah aksi itu berakhir, limabelas menit sebelum pernyataan resmi dikeluarkan Kolumbia. Presiden Alvaro Uribe memang mempertimbangkan dengan seksama diplomasinya. Kepada Amerika Serikat, yang sejak lima tahun melatih dan membantu militer Kolumbia, ia mengatakan semuanya. Kepada Perancis, yang selalu ingin berunding dengan kelompok gerilyawan, ia tidak mengatakan apa-apa. Operasi pembebasan yang dinamakan operasi catur ini adalah keberhasilan militer sekaligus bukti bahwa haluan tegas Uribe pada akhirnya bisa melemahkan FARC. Bagi Uribe sendiri, keberhasilan ini adalah kemenangan politik besar."


Harian Inggris Guardian berkomentar:

"Upaya presiden Alvaro Uribe dalam perang melawan gerilyawan FARC sekarang dimahkotai keberhasilan operasi militer penuh resiko dalam aksi pembebasan Ingrid Betancourt dan para sandera lain. Ini bisa menimbulkan godaan kuat baginya untuk tetap mempertahankan kekuasaan. Uribe dulu sudah berhasil mengubah konstitusi yang memungkinkannya memerintah lagi untuk masa jabatan kedua. Mungkin saja ia sekarang tergoda melakukan perubahan konstitusi lagi sehingga bisa memasuki masa jabatan ketiga. Amerika Latin punya banyak contoh politisi, baik dari kubu kanan maupun kiri, yang berjasa membangun negaranya namun kemudian berkuasa terlalu lama. Uribe sebaiknya mempertimbangkan baik-baik, apa yang ingin ia lakukan dengan keberhasilan ini."


Harian Belanda NRC Handelsblad menilai:

"Uribe tidak pernah mau melakukan negosiasi tentang pertukaran tahanan dengan pihak FARC. Tapi kepada anggota gerilyawan yang ingin berbalik dan menyatakan penyesalan, ia menawarkan jalan keluar. Ini ternyata berfungsi. Jika Uribe sekarang menawarkan solusi politik bagi sisa-sisa gerilyawan FARC untuk membujuk mereka keluar hutan, ia akan mendapat dukungan luas. Juga Betancourt, lawan politik Uribe tahun 2002, kini secara terbuka menyatakan dukungannya pada Uribe."


Harian Spanyol ABC menulis:

"Tidak kurang penting dari aksi pembebasan sandera adalah kenyataan, bahwa gerilyawan FARC kini menghadapi kesulitan yang bisa menghancurkan gerakan ini. Pimpinan besarnya sudah tewas, banyak anggotanya yang desersi, dan mereka disusupi agen militer. Para pemimpin kelompok ini sekarang harus selalu cemas dikhianati oleh anak buahnya. Presiden Uribe dalam perang ini berhasil mempertahankan posisi garis kerasnya, karena kelompok gerilyawan memang tidak memberi ruang untuk posisi lain. Uribe sama sekali tidak mau kompromi dalam hal target politik para gerilyawan. Tapi ia selalu memberi jalan keluar bagi mereka yang ingin kembali. "

Pasuhuk

DW-WORLD.DECetak

Pasuhuk | www.dw-world.de | © Deutsche Welle.